Lembaga Advokasi dan Pendidikan Anak Rakyat

AktivitasDigitalisasi Demokrasi di Indonesia Masih Pada Tahapan Pemilu Belum Sampai E-Voting

Digitalisasi Demokrasi di Indonesia Masih Pada Tahapan Pemilu Belum Sampai E-Voting

Digitalisasi demokrasi di Indonesia belum dalam bentuk E-Voting. Akan tetapi, hanya menyentuh pada tahapan pemilu karena sistem pemilu di Indonesia menganut prinsip Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, Adil (LUBeR JURDIL).

Hal ini diungkapkan Komisioner KPU Kota Makassar, Romy Harminto dalam Tadarusan Demokrasi (Tandem) “Demokrasi dan Digital; Penerimaan Penyelenggara, Parpol, dan Masyarakat” di Kantor LAPAR SULSEL, Jumat 12 Agustus 2022.

Pria yang akrab disapa Romy ini juga menyebutkan bahwa konsep demokrasi dan digitalisasi bagaikan air dan minyak. Sedangkan digitalisasi zaman sekarang menjadi sudah menjadi kebutuhan primer

“Digitalisasi perlu karena dunia sedang menghadapi triple disraction (tiga disrupsi), yakni disrupsi milenial, disrupsi revolusi industri, dan disrupsi pandemi. Tiga hal disrupsi ini saling berhubungan,” jelasnya.

Ia menambahkan disrupsi milenial menganut tradisi nyaman dan simpel. Adanya perubahan drastis dalam revolusi industri dan kemunculan pandemi semakin memperkuat tradisi tersebut.

Penulis: Susan Alwia, Alumni Kursus Demokrasi, Toleransi dan Advokasi (KUDETA) LAPAR Sulsel

Terbaru

Lainnya