Lembaga Advokasi dan Pendidikan Anak Rakyat

AktivitasDEKLARASI KARYATANI SEBAGAI KOMUNITAS BELAJAR DAN PEMBERDAYAAN PETANI

DEKLARASI KARYATANI SEBAGAI KOMUNITAS BELAJAR DAN PEMBERDAYAAN PETANI

Disalah satu perkampungan kelurahan Leang-leang Kabupaten Maros baru saja dideklarasikan suatu komunitas belajar dan pemberdayaan petani, tepatnya di RW 1, RT 3 Kampung Guru. Acara deklarasi komunitas yang berlangsung pada hari rabu, 23 Maret 2022 tepatnya pukul 14.00 hingga pukul 17.00 WITA dihadiri oleh lapisan masyarakat kampung Guru, petani, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, Lurah Leang-leang, dinas peternakan Kab. Maros, Kepala Puskeswan (Pusat Kesehatan Hewan) Kec. Bantumurung, penyuluh fungsional Kab. Maros serta organisasi masyarakat sipil.

Peletakan batu pertama pembangunan rumah belajar dan pemberdayaan petani dilakukan oleh Lurah Leang-leang dalam hal ini Syarifuddin Talli, SE.MM. Dalam sambutannya Syarifuddin Talli, SE.MM mengatakan sangat mendukung kegiatan ini dan siap mensupport kegiatan-kegiatan pertanian dan peternakan yang dikelola secara swadaya. Kepala Bidang Peternakan Kabupaten Maros dalam  hal ini diwakili oleh Ilham,S.PT,M.Si menyampaikan  bahwa dalam waktu dekat akan mensosialisasikan asuransi sapi milik petani di kampung guru.

Perlu diketahui bahwa jumlah populasi ternak sapi di kelurahan Leang-leang menurut data Badan Pusat Statistik kecamatan Bantimurung Kabupaten Maros tahun 2019 sebesar 2033 ekor sapi. Abustan selaku penggagas komunitas Karyatani mengatakan bahwa di kampung Guru sendiri yang terdiri dari 30 kepala keluarga setidaknya setiap kepala keluarga minimal memiliki sapi 3-5 ekor bahkan ada yang hingga 8-9 ekor setiap kepala keluarga. Artinya kelurahan Leang-leang khususnya di Kampung Guru sangat berpotensi dalam pengembangan ternak sapi yang dikelola secara kolektif.

Abustan sebagai penggagas terbentuknya komunitas Karyatani mengatakan kegiatan ini didasari karena melihat situasi dan kondisi anak petani yang tidak memiliki ruang berekspresi dan bagaimana bisa memberdayakan petani agar lebih produktif dalam mengelola pertanian serta peternakan. Beberapa rencana program yang akan dijalankan komunitas ini kedepan, terutama yang menjadi prioritas dalam waktu dekat ialah membentuk rumah belajar dan pemberdayaan petani sebagai sarana infrastruktur untuk belajar bersama, rumah penitipan dan penggemukan sapi serta program lainnya yang sifatnya jangka panjang.

Dengan lanskap agraris yang cukup kental  dan dikelilingi bebatuan Karst membuat petani di Kampung Guru kelurahan Leang-leang harus membangun kreativitas dan kemandirian petani. salah satunya dengan membentuk wadah bagi para petani untuk mengembangkan potensi sumberdaya, membangun ekonomi mandiri secara swadaya  sekaligus mengkonsolidasikan gerakan petani di kampung Guru. hingga saat ini jumlah keanggotaan komunitas Karyatani mencapai 20 an orang

Putra Basri, Koordinator Divisi Advokasi & Pendidikan LAPAR Sulsel

Terbaru

Lainnya