Lembaga Advokasi dan Pendidikan Anak Rakyat

AktivitasAdvokasi; Cara Masyarakat Sipil Berpolitik

Advokasi; Cara Masyarakat Sipil Berpolitik

LAPAR SULSEL – Lembaga Advokasi dan Pendidikan Anak Rakyat Sulawesi Selatan (LAPAR Sulsel) gelar Tadarusan Demokrasi (TANDEM) yang keenam “Gerakan Miskin Kota dan Tantangan Demokrasi” pada 2 September 2022 di Kantor LAPAR Sulsel bersama M. Nawir, Aktivis Komite Perjuangan Rakyat Miskin (KPRM).

Diskusi ini diawali dengan penjelasan Nawir tentang demokrasi dalam perspektif kaum miskin kota. Buruh/pekerja atau masyarakat marjinal tidak terlepas dalam kerangka advokasi.

“Advokasi merupakan cara masyarakat sipil berpolitik, mengubah serta mempengaruhi kebijakan, tujuannya sangat jelas, yaitu bukan untuk merebut kekuasaan akan tetapi merubah kebijakan agar pro terhadap rakyat miskin.” ungkapnya.

Lanjutnya, evolusi yang melahirkan kaum miskin kota. Diawali dari gejolak revolusi industri.

“Petani yang dulunya sebagai produsen beralih menjadi buruh/pekerja, sampai kemudian menjadi kaum miskin kota dimana konsumerisme sangat mendominasi. Ketika terjadi revolusi, apa yang disebut petani itu mengalami pergeseran, selain menjadi produsen ia juga menjadi konsumen.”

Di sesi akhir, Nawir menambahkan bahwa pada dasarnya advokasi bukan merubah sistem, tetapi merubah dan mempengaruhi kebijakan, advokasi hanya bagian kecil dari pada sistem.

“Sekarang kita sedang masuk dalam sistem cyber demokrasi (demokrasi digital). Beberapa prinsip demokrasi dalam ruang digital misalnya kebebasan berpendapat dan kontrol sosial, hanya saja penyebutan aktornya berbeda, kalau masyarakat sipil dalam demokrasi digital sering diistilahkan netizen, koorporasi diistilahkan start up. Ini hanya beberapa contoh dimana demokrasi mendapat tantanganya dalam ruang digital” tutupnya.

Diskusi ini dihadiri mahasiswa dari berbagai organisasi dan kampus se-Makassar dan ditutup dengan pemberian cendera mata kepada narasumber dan foto bersama.

Terbaru

Lainnya