MAKASSAR -- Lembaga Advokasi dan Pe">

Perjalanan LAPAR Dorong Payung Hukum Kerukunan dan Keberagaman di Kota Makassar

14-07-2021 - Berita
Perjalanan LAPAR Dorong Payung Hukum Kerukunan dan Keberagaman di Kota Makassar

MAKASSAR -- Lembaga Advokasi dan Pendidikan Anak Rakyat (LAPAR) Sulsel menggelar Sosialisasi Publik bertema Urgensi Perwali RAD Kerukunan dan Keberagaman secara daring, Rabu (14/7/2021) sore.

 

Kegiatan disiarkan langsung di Youtube Tribun Timur dengan subscribers 3,9 juta.

Direktur LAPAR Sulsel, Muhammad Iqbal Arsyad, menceritakan perjalanan advokasi mereka bersama sejumlah stakeholder terkait sehingga lahirnya peraturan tersebut.

 

 

Pertama, Iqbal mengatakan, perwali itu lahir dari keresahan LAPAR bersama masyarakat sipil melihat banyaknya hasil penilaian atau survei, riset yang menganggap Kota Makassar ini memiliki toleransi yang terendah.

 

 

"Ada banyak temuan, baik itu pemerintah maupun non pemerintah terkait Kota Makassar memiliki toleransi rendah," kata Iqbal.

 

 

Kedua, Iqbal dkk melihat ada potensi banyak organissasi masyarakat sipil di Kota Makassar bergerak di isu perdamaian dan tolensi.

 

 

LAPAR pun bergerak menindaklanjuti raut potensi harus ditangkap dan dikembangkan. Mereka pun mendorong menciptakan suasana rukun ramai dan toleran di Kota Makassar.

 

 

Ketiga, lanjut Iqbal, potensi forum bentukan dari pemerintah perlu didorong dikuatkan oleh masyarakat sipil dari instansi pemerintah, forum kerukunan umat beragama, ini perlu didorong diajak untuk bersinergi sama-sama mewujudkan Makassar kota yang toleran dan damai, kota yang menghargai keberagaman di masyarakat.

 

 

Keempat, LAPAR melihat ada itikad baik dari Pemkot Makassar terbuka bersinergi dengan masyarakat sipil dan elemen lain menciptakan kota Makasssar damai dan toleran.

 

"Dari semua ini baik keresahan dan potensi, kami melihat perlu payung hukum didorong bersama baik masyarakat sipil tokoh agama Pemkot payungi kita untuk sama-sama bergerak untuk menciptakan suasana damai dan toleran di Kota Makassar," terang Iqbal.

 

 

Iqbal mengatakan, LAPAR bersama sejumlah organisasi masyarakat sipil bertekad keluar menepis preseden buruk terkait penilian negatif bahwa Kota Makassar tidak toleran.

 

 

Menurutnya, ada survei setara insitutui atau balitbang agama dengan tingkat toleransi yang rendah.

"Ini ikhitiar bagaimana sinergi berkolaborasi di bawah payung hukum untuk sama-sama bergerak berbuat ciptakan kedamaian," kata Iqbal. (*)

 

Sumber: https://makassar.tribunnews.com/2021/07/14/perjalanan-lapar-dorong-payung-hukum-kerukunan-dan-keberagaman-di-kota-makassar?fbclid=IwAR1ZYCL7Id11gVYFvE9bfT0lr9fXqN1CFY8B8jXzgNNC3GGwIv2AAX04Wn0